Salam Indonesia!

Salam yg mempersatukan kita semua sebagai anak bangsa!

"Be Bold, Brave,Strong,Courageous,and Fearless"

I took from The Hanuman Factor by Anand Krishna. This is my Mantra, an open Mantra, No secret,nothing metaphoric or symbolic..

Minggu, 07 Februari 2010

Mencapai Keilahian dalam Diri (6 agustus 2007)

putu
06-08-2007, 02:42 AM
Mencapai Keilahian dalam Diri
Suara Kebangkitan Voice of Vivekananda
Judul : ananda
Pengarang : Swami Vivekananda
Tebal : 181 + xxvii
Penerbit : PT One Earth Media
Tahun : 2005

---------

BELAJAR DARI SVAMI VIVEKANANDA BAGAIMANA MENJADI HINDU

''SEJARAH dunia adalah sejarah dari segelintir orang yang memiliki keyakinan pada diri mereka sendiri. Keyakinan itulah yang memunculkan kesucian dari dalam diri. Kau dapat melakukan apa saja, kau hanya akan gagal bila tidak cukup berjuang untuk mewujudkan kekuatanmu yang tak terbatas. Dan seketika seseorang atau sebuah negara kehilangan keyakinan dirinya, kematian pun segera datang. Terlebih dulu, percayalah pada diri sendiri, setelah itu baru mempercayai Tuhan''.

Itulah sebagian kecil kalimat-kalimat yang lahir dari seorang spiritualis, Swami Vivekananda. Negarawan sekaliber Bung Karno pun menyebut nama Swami Vivekananda dengan penuh kekaguman. Dialah sang pelopor yang telah menyalakan api keberanian dalam diri banyak orang. Ia yang mengajarkan pada para agamawan untuk melupakan surga dan menemukan Tuhan dalam diri orang-orang yang tertindas.

Kebangkitan sebuah bangsa selalu ditandai dengan menularnya "semangat zaman" dari segelintir pemimpin yang pemberani kepada masyarakat secara kolektif. Itu pula yang terjadi pada dua bangsa yang memiliki akar budaya yang serupa, India dan Indonesia, di awal abad ke-20. India memiliki pemimpin-pemimpin yang berani seperti Nehru dan Gandhi, sementara Indonesia memiliki seorang Soekarno, Hatta, Syahrir, hingga Jendral Sudirman. Mereka mampu mengakhiri cengkraman kolonialisme selama berabad-abad dan mengatakan bangsanya menuju pintu gerbang kemerdekaan dengan gemilang.

Ancaman kapitalisme global dan fundamentalisme agama memaksa kita untuk menengok kembali nasionalisme kita. Menurut Soekarno, manifestasi nasionalisme Indonesia adalah sosialisme Pancasila dengan unsur spiritual yang menjadi ciri pembeda dengan konsep sosialisme lainnya. Tampaknya dari Vivekanandalah proses kontemplasi politik Soekarno terbantu sehingga menghasilkan doktrin budaya Trisakti -- berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Tujuan hidup adalah untuk mewujudkan keilahian di dalam diri dengan jalan mengkontrol sifat-sifat alami di luar dan di dalam diri. Inilah sejatinya agama, segala doktrin segala dogma atau ritual, atau kitab suci tempat ibadah atau bentuk lainnya hanyalah hal-hal lebih rinci yang sifatnya sekunder, karena tujuan utama setiap manusia adalah bersatu dalam Tuhan. Swami Vivekananda sesungguhnya adalah seorang yogi yang melihat dirinya sendiri sebagai keseluruhan alam semesta dan seluruh alam semesta di dalam dirinya. Baginya, "Perluasan adalah kehidupan, pengerutan berarti kematian. cinta kasih adalah hidup dan kebencian adalah mati".
Presiden Soekarno pernah menyatakan perihal "dunia baru" -- di situ akan ada kehidupan yang harmonis dan manusia dengan sesamanya akan hidup dalam semangat kreatif yang sejati. Sementara Vivekananda berkata, "Perlihatkanlah sifat keilahian dalam dirimu dan segala sesuatunya akan berjalan dengan harmonis."

Dalam buku inipun dijelaskan secara gamblang mengenai cara-cara pencapaian keilahian itu. Tidak lain dengan jalan bekerja tanpa pamrih atau disebut karma yoga rahasia atau ilmu tentang bekerja. Sehingga, di situ orang dapat mempelajari bagaimana memanfaatkan semua pekerjaan dengan sebaik-baiknya karena bekerja adalah sebuah keniscayaan dan kita semua harus bekerja tanpa keterikatan. Karena, dasar dari yoga sendiri adalah ketidakterikatan.

"Bangunlah, beranilah dan kuatlah! Pikul semua tanggung jawab di atas pundakmu sendiri dan ketahuilah bahwa kau adalah pencipta nasibmu sendiri. Segala kekuatan dan bantuan yang kau perlukan ada di dalammu. Maka itu ciptakan hari depanmu!" suara Vivekananda sangat jelas bahwa segala sesuatu dalam hidup ini diri kita sendirilah yang menentukan.

Swami Vivekananda adalah salah seorang dari mereka yang memberikan banyak inspirasi kepada Bung Karno. Inspirasi untuk menjadi kuat, inspirasi untuk menjadi hamba Allah, inspirasi untuk menjadi pengabdi tanah air, inspirasi untuk menjadi pengabdi kaum miskin, dan inspirasi untuk menjadi pengabdi umat manusia. Dia pula yang dulu pernah berkata, "Telah cukup lama kita menangis, jangan menangis lagi, tetapi berdirilah dengan tegak dan menjadi manusia sejati! Ajarkan pada dirimu sendiri, ajarkan pada setiap orang tentang sifat-sifatnya yang sejati, bangkitkan jiwa yang tidur dan saksikan bagaimana ia bangkit. Kekuatan akan datang, kemenangan akan datang kesucian akan datang dan segala sesuatu yang indah akan datang ketika jiwa yang tertidur ini bangkit menjadi jiwa yang sadar akan aktivitasnya."

Indonesia adalah warisan leluhur, Bali adalah pewarih budaya luhur yang masih tersisa, yang niscaya akan membawa kebangkitan bagi bangsa Indonesia. Tapi jika ia terjebak dalam konflik politik dan social, ia bisa mati.

Buku-buku koleksi kesayangan Bung Karno sengaja diterbitkan ulang sebagai sebuah upaya untuk menemukan kembali spirit atau semangat bagi kebangkitan kembali Indonesia yang dulu pernah menginspirasikan para pemimpin bangsa kita. Semangat yang benih-benihnya telah ditanamkan oleh Bapak Bangsa kita itu semasa hidupnya yang penuh pengabdian. Pengabdian tanpa akhir...



* putu sripuji astuti w.,
National Integration Movement

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar